Aneurisma Aorta: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Penanganannya

Share article : 
dr. Wirya Ayu Graha, Sp.BTKV
28-Dec-2025

Apa Itu Aneurisma Aorta?

Aneurisma aorta adalah kondisi medis serius di mana terjadi pelebaran atau penggelembungan abnormal pada dinding aorta, yaitu pembuluh darah terbesar yang membawa darah dari jantung ke seluruh tubuh. Jika tidak terdeteksi dan ditangani dengan baik, aneurisma aorta dapat pecah (ruptur) dan menyebabkan perdarahan hebat yang mengancam jiwa.

Aneurisma aorta sering berkembang secara perlahan dan tidak menimbulkan gejala pada tahap awal, sehingga banyak penderita tidak menyadari kondisinya hingga terjadi komplikasi.

Thoracic Aortic Aneurysm

Jenis-Jenis Aneurisma Aorta

Aneurisma aorta diklasifikasikan berdasarkan lokasi terjadinya, yaitu:

1. Aneurisma Aorta Abdominal (AAA)

Merupakan jenis yang paling sering ditemukan, terjadi pada bagian aorta di perut. Umumnya dialami oleh pria usia di atas 60 tahun.

2. Aneurisma Aorta Torakal (TAA)

Terjadi pada bagian aorta di dada. Jenis ini sering berkaitan dengan faktor genetik atau kelainan jaringan ikat.


Penyebab dan Faktor Risiko

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya aneurisma aorta antara lain:

  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)

  • Aterosklerosis (penumpukan plak kolesterol)

  • Merokok

  • Usia lanjut

  • Riwayat keluarga aneurisma

  • Penyakit jaringan ikat (seperti sindrom Marfan)

  • Cedera atau trauma pada pembuluh darah

  • Infeksi tertentu (jarang)


Gejala Aneurisma Aorta

Sebagian besar aneurisma aorta tidak menunjukkan gejala hingga ukurannya membesar atau mengalami kebocoran. Namun, gejala yang dapat muncul meliputi:

Aneurisma Aorta Abdominal

  • Nyeri atau rasa berdenyut di perut

  • Nyeri punggung bawah

  • Rasa penuh atau tidak nyaman di perut

Aneurisma Aorta Torakal

  • Nyeri dada atau punggung

  • Sesak napas

  • Batuk kronis

  • Suara serak

Tanda Darurat (Ruptur Aneurisma)

  • Nyeri hebat mendadak

  • Pusing atau pingsan

  • Tekanan darah turun drastis

  • Denyut jantung cepat
    ➡️ Kondisi ini membutuhkan penanganan medis segera

Diagnosis Aneurisma Aorta

Karena sering tanpa gejala, aneurisma aorta biasanya ditemukan secara tidak sengaja saat pemeriksaan medis. Metode diagnosis meliputi:

  • USG abdomen

  • CT Scan

  • MRI

  • Ekokardiografi

  • CT angiografi

Pemeriksaan rutin sangat dianjurkan bagi individu dengan faktor risiko tinggi.

Penanganan dan Pengobatan

Penanganan aneurisma aorta tergantung pada ukuran, lokasi, dan kondisi pasien, antara lain:

1. Observasi dan Monitoring

Untuk aneurisma kecil, dokter akan melakukan pemantauan berkala dengan pencitraan medis serta mengontrol faktor risiko seperti tekanan darah dan kolesterol.

2. Terapi Medis

  • Obat penurun tekanan darah

  • Obat penurun kolesterol

  • Anjuran perubahan gaya hidup (berhenti merokok, olahraga terkontrol, pola makan sehat)

3. Tindakan Operasi

Jika aneurisma berukuran besar atau berisiko pecah, dokter dapat merekomendasikan:

  • Operasi terbuka

  • Endovascular Aneurysm Repair (EVAR/TEVAR), metode minimal invasif dengan pemasangan stent

Pencegahan Aneurisma Aorta

Langkah pencegahan yang dapat dilakukan antara lain:

  • Mengontrol tekanan darah secara rutin

  • Berhenti merokok

  • Menjaga kadar kolesterol

  • Menjalani gaya hidup aktif dan sehat

  • Pemeriksaan kesehatan berkala, terutama bagi usia di atas 50 tahun

Jangan Tunda Penanganan Gangguan Jantung
Jika Anda atau kerabat merasakan gejala serius seperti sesak napas, nyeri dada, pusing, atau kelelahan ekstrem yang persisten, Segera hubungi dan konsultasikan kondisi Anda dengan ahli bedah toraks kardiovaskular dr. Wirya Ayu Graha, Sp.BTKV
Konsultasi Gratis

Artikel Lainnya

© 2025 dr. Wirya Ayu Graha, Sp.BTKV, Subsp.JD (K)